Menu

Tangkapan Nelayan Agam Berkurang 50 Persen Akibat Terumbu Karang Rusak

Saturday, July 6th 2019.
Lubuk Basung (ANTARA) – Hasil tangkapan nelayan di Tiku, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berkurang sekitar 50 persen setelah terumbu karang di lokasi tangkapan mengalami rusak diduga akibat penggunaan bom ikan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Agam, Arman di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan sebelum terumbu karang rusak hasil tangkapan nelayan sekitar 15 keranjang atau sekitar 750 kilogram setiap melaut.

Namun, setelah terumbu karang rusak, hasil tangkapan hanya tujuh keranjang atau 350 kilogram setiap melaut. “Satu keranjang dengan berat sekitar 50 kilogram dan hasil tangkapan itu berkurang semenjak beberapa tahun lalu,” katanya.

Ia mengatakan hasil tangkapan itu berkurang setelah terumbu karang di perairan Tiku rusak akibat nelayan dari Air Bangis, Pasaman Barat, Sibolga, Sumatera Utara dan daerah lain menangkap ikan diduga menggunakan bom dan alat tangkap jaring dasar.

Dengan kondisi itu, hasil tangkapan nelayan kecil yang menggunakan kapal penangkapan ikan di bawah 10 gros ton (GT) menggunakan pancing, jaring insang dan lainnya berkurang.

Ia menambahkan nelayan di Tiku pernah menemukan para nelayan dari luar Agam menangkap ikan menggunakan alat tangkap tersebut.

Namun, mereka tidak bisa bertindak banyak karena berdampak terjadinya gesekan di tengah laut. “Saya telah melaporkan kondisi itu ke Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam untuk menyikapi itu,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto, telah melaporkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, karena wewenang kelautan sudah di pegang penuh oleh pemerintah provinsi.

“Kita berharap keluhan nelayan Tiku ini segera ditindak lanjuti dan nelayan diminta segera menghubungi pihak berwajib apabila menemukan nelayan menggunakan bom dan alat tangkap lainnya,” katanya.

Ermanto mengimbau nelayan untuk bisa memenuhi aturan yang berlaku dan sama-sama menjaga laut serta melestarikan terumbu karang.

Penangkapan ikan menggunakan bom dan jaring dasar bisa dicegah jika masyarakat ikut serta dalam pengawasan.

“Menjaga laut adalah tanggung jawab bersama, kerusakan yang dibuat sekarang akan berdampak kepada anak cucu kita nantinya,” katanya.*

Baca juga: Nelayan Pantai Baron ungsikan perahu antisipasi gelombang tinggi

Baca juga: Ombudsman atasi kesulitan nelayan Alor pasarkan ikan ke Timor Leste

Menhub jamin tidak ada batasan penerbitan sertifikasi nelayan

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019



Sumber : AntaraNews.com

Butuh Aspal Pertamina? Eceran atau partai besar? Kami siap mensuplai kebutuhan Aspal untuk seluruh Project anda. PT. Bahari Unggul Ajimulya adalah agen resmi aspal drum pertamina pen grade 60/70. Melayani pembelian eceran, maupun pembelian partai besar (minimal 30 drum).


Area Pemasaran ke seluruh wilayah Indonesia. Karena kami adalah Distributor Aspal Curah Pertamina yang telah banyak membantu konsumen dalam mensuplai kebutuhan Aspal Pertamina

Related Article Tangkapan Nelayan Agam Berkurang 50 Persen Akibat Terumbu Karang Rusak

Thursday 28 September 2017 | Berita

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Satya Widya Yudha mengatakan komitmen Indonesia soal pengembangan energi baru dan terbarukan…

Friday 6 October 2017 | Berita

New York, Amerika Serikat (ANTARA News) – Saham-saham di bursa Wall Street ditutup di rekor tertinggi baru untuk sesi keempat berturut-turut pada Kamis waktu setempat,…

Saturday 18 November 2017 | Berita

Semarang (ANTARA News) – Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dhakiri mengatakan skema penetapan upah minimum provinsi yang mendasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 tentang Pengupahan sudah…