Menu

Pasar saham China berakhir lebih rendah

Thursday, July 4th 2019.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, melemah 0,55 persen menjadi berakhir di 9.368,30

Beijing (ANTARA) – Pasar saham China ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis, dengan Indeks Komposit Shanghai turun 0,33 persen menjadi 3.005,25.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China, melemah 0,55 persen menjadi berakhir di 9.368,30.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, berkurang 0,75 persen menjadi ditutup pada 1.532,74.

Baca juga: Bursa China melemah, Indeks Komposit Shanghau dibuka turun 0,08 persen

Baca juga: Bursa China ditutup menguat, saham industri 5G dan miras melonjak

Baca juga: Optimistis perdagangan AS-China, Nikkei melonjak ke tertinggi 2-bulan
 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019



Sumber : AntaraNews.com

Butuh Aspal Pertamina? Eceran atau partai besar? Kami siap mensuplai kebutuhan Aspal untuk seluruh Project anda. PT. Bahari Unggul Ajimulya adalah agen resmi aspal drum pertamina pen grade 60/70. Melayani pembelian eceran, maupun pembelian partai besar (minimal 30 drum).


Area Pemasaran ke seluruh wilayah Indonesia. Karena kami adalah Distributor Aspal Curah Pertamina yang telah banyak membantu konsumen dalam mensuplai kebutuhan Aspal Pertamina

Related Article Pasar saham China berakhir lebih rendah

Friday 20 July 2018 | Berita

Jakarta (ANTARA News) –  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus memantau pelaksanaan sistem pelayanan elektronik terpadu atau Online Single Submission (OSS) yang baru berjalan selama 10…

Monday 27 November 2017 | Berita

Danang, Vietnam (ANTARA News) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk pertama kalinya pada KTT Kerja Sama Ekonomi Asia…

Monday 24 July 2017 | Berita

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo tidak ingin ada peraturan yang diterbitkan justru mempersulit baik warga, pekerja, pengusaha, maupun investor untuk berinvestasi di Indonesia.“Kunci…